MENENGOK RUANG TERLARANG BAGI LAKI-LAKI
Keywords:
Privat-publik, Domestik, GenderAbstract
Dengan sangat sederhana, apabila kita mengidentifikasi semua pekerjaan rumah yang dilakukan dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi dan siapa yang mengerjakannya. Hasilnya, hampir semuanya dilakukan oleh perempuan. Pengalaman tersebut menggambarkan betapa selama ini segala urusan dalam rumah seolah-olah menjadi tanggung jawab perempuan saja, betapa wilayah domestik dianggap sebagai wilayah otoritatif perempuan. Ruang ini kemudian seolah-olahterlarang, tertutup rapat bagi kaum laki-laki sebagaimana ruang publik juga belum terbuka lebar bagi perempuan.
References
Arivia, Gadis, "Pendobrakan yang Tiada Hentinya” dalam Feminisme: Sebuah
Kata Hati, (Jakarta: Kompas, 2006), 10-23.
Garretes, Maria-Milagros Rivera, "Neither Private Nor Public Women: The
Personal is Political", dalam http: // www.ub.edu/ duoda/ diferencia/
html/en/secundario11.html.
Jahan, Roushan, (ed.), "Sultana's Dream and Selections from Secluded
Ones", dalam Feminis Press NY: 1988, dikutip dalam Gadis Arivia,
"Politik dan Demokrasi" dalam Feminisme: Sebuah Kata Hati,
(Jakarta: Kompas, Maret 2006), 286-94.
Lukmantoro, Triyono, "Eksistensi Perempuan dalam Politik Lokasi", dalam
Kompas, 12 Juni 2009.
Mahmada, Nong Darol, "Woman's Limitation in the Public Sphere",
dalam, http://islamlib.com/en/article/womans-limitation-in-the-publicsphere/.
Sciortino, Rosalia, "Kemenangan Harmoni: Pengingkaran Kekerasan
Domestik di Jawa” dalam Menuju Kesehatan Madani, Cet. kedua,
(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Juni 1999), 225-52.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


